Putra Gowa Asal Borongloe Muh Ayusal Salam Sukses Kembangkan Usaha Perikanan

INVESTIGASIPLUS.COM

MAKASSAR – Keberadaan Pelabuhan Perikanan Nusantara di Untia Makassar telah mampu membuka peluang usaha perikanan tangkap dan telah memberi warna cukup dominan bagi perkembangan produksi perikanan, khususnya di daerah Makassar.

Salah satu perusahaan yang mengembangkan usahanya di Pelabuhan Perikanan Untia Makassar adalah PT. Mentari Indonesia.

Perusahaaan PT. Mentari Indonesia telah melakukan perjanjian kerjasama penggunaan lahan Pelabuhan Perikanan Untia Makassaar dengan Direktur Kepelabuhanan Perikanan Dirjen Perikanan Tangkap Kementrian Kelautan dan Perikanan R.I.

Direktur Perusahaaan PT. Mentari Indonesia, Muh Ayusal Salam, S.ST.Pi, MM, kepada media usai penandatanganan kerjasama dengan Dirjen Perikanan Tangkap, Selasa (25/05) mengatakan, sebagai pelaku usaha perikanan berkeinginan untuk ikut berperan aktif dengan terlibat langsung dalam usaha pengolahan hasil perikanan di kawasan Pelabuhan Perikanan Untia-Makassar.

Hal ini sejalan fungsi Pelabuhan Perikanan sebagai pendukung kegiatan berhubungan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya ikan dan lingkungannya mulai dari tahap praproduksi, produksi, pengolahan, sampai dengan pemasaran, tandas suami dari Hj. Marhani Usman ini.

Putra Gowa asal Borongloe ini menjalankan usaha bisnis yang fokus pada produk frozen fish/pembekuan ikan dengan sumber bahan baku dari perairan Makassar dan sekitarnya seperti ikan baby tuna, cakalang, tuna, tongkol, udang dan hasil laut lainnya untuk pengiriman domestik.

Fasilitas pembekuan ikan yang disediakan adalah cold storage kapasitas 100 ton dan air blast frezer/pembekuan dengan kapasitan 5 ton per hari dengan luas lahan 5.025 M2.

Ayusal menuturkan bahwa Pelabuhan Perikanan Makassar lokasinya strategis dan dapat menekan biaya operasional yang cukup tinggi khususnya biaya refeer container dan lebih mudah pengiriman domestic seperti ke Jakarta, Surabaya, Manado dan kota lainnya.

Ditanyakan soal penerimaan tenaga kerja dan tempat magang di perusahaannya, dia katakan perusahaannya akan prioritaskan untuk lulusan perikanan baik dari SUPM maupun sekolah Tinggi Perikanan yang memenuhi persyaratan, tandas dosen di Universitas Al-Amin Sorong.

Disisi lain Plt Kepala Pelabuhan Perikanan Untia, Asriadi mengatakan dengan kerjasama PT. Mentari Indonesia dengan Direktur Kepelabuhan Perikanan KKP, maka kami berharap agar Mentari Indonesia dapat beraktivitas dan kapal-kapal mitra nelayannya dapat berlabuh di PPN Untia serta beroperasi dalam tahun ini.

Saat ini PPN Untia sudah terdapat fasilitas yang di bangun investor mulai dari pabrik es, perbekalan kapal, pengolahan ikan, pengolahan udang beku, hingga gudang rumput laut.

Sosok Ayusal Salam lahir di Makassar
30 Maret 1977. Tamat SD Negeri Centre Mawang Gowa.SMP Negeri I Sungguminasa.SMA PGRI Sunggunimasa. Sekolah Tinggi Perikanan (STP), Jakarta, Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan (S1)

Magister Manajemen (S2), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Indonesia Malang.

Peserta Pelatihan Penerapan Manajemen Mutu Terpadu (PMMT) konsepsi HACCP, di Jakarta. Pelatihan Managemen Produksi Balai Pendidikan & Pelatihan Perikanan (BPPP), di Tegal Training Overseas Fisheries Cooperation Foundation (OFCF), di Tokyo – Japan

Pengalaman kerja, Manager Produksi PT. West Irian Fishing Industries, Sorong (2002 – 2014). Manager Produksi & Operasional PT. Irian Marine Product Development, Sorong ( 2009-2014). General Manager PT. Minacom Berkah Mandiri, Sorong ( 2015 – 2019 ). Direktur PT. Mentari Indonesia – Makassar ( 2020 – sekarang ). (syukri/ulla).

Editor : Fakhruddin / Dhani Naba.