Pemerintah Diminta Serius Usut Bocornya Data Pribadi 279 Juta WNI



Investigasiplus.com

JAKARTA – Pemerintah diminta bersikap lebih konkret atas bocornya data pribadi 279 juta warga negara Indonesia (WNI). Peristiwa ini diduga bertendensi global yang tak bisa diremehkan.

“Apa misinya, apa motifnya itu masih teka teki. Tapi ini urusan serius. Negara tak boleh abai,” ujar pengamat sosial kemasyarakatan, Safri Rusdi, Sabtu (22/5/2021).

Menurut Safri, kebocoran itu sebenarnya serangan bagi negara. Ia yakin ada misi global jangka panjang yang mungkin baru akan dirasakan di masa depan.

“Sekarang mungkin belum. Tapi nanti pasti ada. Makanya saya kira tidak boleh diremehkan,” katanya.

Dikatakan Safri, Indonesia adalah negara besar. Banyak negara berkepentingan dengan sumber daya Nusantara. Jika tak ada proteksi dari sekarang maka model penjajahan baru seperti kebocoran data itu akan merugikan Indonesia di percaturan dunia.

“Ini model penjajahan baru. Indonesia bisa dikuasai asing lewat penguasaan pada data data pribadi itu. Di sana rawan adu domba, rasis dan berbagai hal yang bisa memicu konflik dalam negeri,” paparnya.

Safri mengingatkan bahwa konflik konflik dalam negeri sebagian besar terjadi karena campur tangan asing. Di Papua misalnya, KKB bisa tetap eksis karena pasokan senjata yang terus menerus dari beberapa negara. Begitu juga dulu dengan GAM di Aceh, mereka bisa melakukan perlawanan berkepanjangan karena sokongan asing.

“Cara cara mereka terus berkembang. Mereka memakai teknologi sebagai alat untuk mempermudah intervensi ke Indonesia. Nah seperti kebocoran data itu harus dideteksi apa misinya. Ini harus dihentikan,” imbuhnya.

Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berlepas diri dari isu bocornya data pribadi 279 warga negara Indonesia. Kemendagri menyebut, data itu diperjualbelikan oleh sebuah user bernama Kotz.

Tidak punya gigi – pakai veneer yang nyaman! Bisa dipasang
Perut Gemuk Anda akan Menjadi Rata dalam Seminggu. Coba Ini!
Dokter mata terkejut! Ini meningkatkan penglihatan 100% dalam 6 hari: teteskan sebelum tidur …
Apa yang lebih baik dari protese gigi tiruan? Veneer – selesaikan masalah gigi Anda dalam 5 menit!

Hasil analisis yang dilakukan tim Dirdukcapil menyebutkan pelaku mengiklankan penjualan data individu di website. Nama user yang mengiklankan data itu adalah Kotz.

“Pada iklan di website tersebut yang bersangkutan memberikan link sampel data individu yang bisa di-download sebagai sampel data. Data yang sudah di-download berbentuk file CSV (comma-separated value) dan setelah diimpor berjumlah 1.000.000 rows,” kata

Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh dalam keterangannya, Jumat (21/5/2021).

Zudan juga mengungkapkan, hasil impor data sampel tersebut, diperoleh struktur data yang terdiri atas kolom-kolom sebagai berikut: PSNOKA, PSNOKALAMA, PSNOKALAMA2, NAMA, NMCETAK, JENKEL, AGAMA, TMPLHR, TGLLHR, FLAGTANGGUNGAN, NOHP, NIK, NOKTP, TMT, TAT, NPWP, EMAIL, NOKA, KDHUBKEL, KDSTAWIN, KDNEGARA, KDGOLDARAH, KDSTATUSPST, KDKANTOR, TSINPUT, TSUPDATE, USERINPUT, USERUPDATE, TSSTATUS, DAFTAR.

Zudan menyebut, dari struktur dan pola datanya, dipastikan data yang beredar bukan dari Dukcapil.

“Saya memastikan itu bukan data yang bersumber dari Dukcapil. Karena struktur data di Dukcapil tidak seperti itu. Struktur data di Dukcapil tidak ada tanggungan, email, npwp, no hp, tmt, tat,” kata Zudan.

Diketahui, data pribadi 279 juta penduduk Indonesia diklaim telah bocor dan dijual secara online di forum hacker Raid Forums. Informasi pribadi dalam data bocor itu meliputi NIK (Nomor Induk Kependudukan), nama, alamat, nomor telepon, bahkan kabarnya juga nilai gaji. (*)

Investigasiplus.com