NGOVI Sempena HUT Kemerdekaan RI ke 75 Bahas Kontribusi Palestina dalam Sejarah Kemerdekaan Indonesia

investigasiplus.com, Tanjnug Pinang – Sempena HUT Kemerdekaan RI ke 75 Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Kepulauan Riau menggelar NGOVI (Ngobrol Virtual) spesial dengan topik Kontribusi Palestina dalam Sejarah Kemerdekaan Indonesia di studio mini KNRP Kepri Senin (17/08/2020) Pukul 10.30 hingga 11.00 WIB.

Program NGOVI ini dipandu Rian Hidayat Kabid Program KNRP Kepulauan Riau dan Raja Dachroni Sekretaris Umum KNRP Kepulauan Riau.

Raja Dachroni dalam ngobrol virtual itu mengungkapkan Palestina dan negara-negara Arab pada umumnya memiliki kontribusi besar dalam sejarah kemerdekaan Indonesia yakni dalam pengakuan Indonesia sebagai negara yang merdeka.

“Pengakuan dari negara lain adalah satu hal terpenting bagi Indonesia untuk diakui sebagai negara dan jika mempelajari sejarah Palestina adalah negara yang mengakui Indonesia terlebih dahulu dan menggerakkan negara-negara lainnya, yang dipelopori Mufti Besar Palestina Syaikh  Muhammad Amin Al Husaini dan Saudagar Palestina Muhammad Ali Taher yang menyerahkan semua uangnya di Bank Arabia untuk kemerdekaan Indonesia,” kata Raja Dachroni.

Berikut sejarah singkatnya

1. Pada September 1944, Mufti Besar Palestina, Syaikh Muhammad Amin Al-Husaini mengakui dan mendukung kemerdekaan Indonesia sebelum negara Arab yang lain.

2 Saat itu, Syaikh Muhammad Amin Al-Husaini diketahui tengah bersembunyi di Jerman pada permulaan Perang Dunia II. Ulama kharismatik tersebut mengumumkan dukungannya atas kemerdekaan Indonesia di tengah situasi sulit. Ia diketahui tengah berjuang melawan imperialis Inggris dan Zionis yang ingin menguasai kota Al-Quds, Palestina.

3. Syaikh Muhammad Amin Al-Husaini kemudian mendesak Negara-negara Timur Tengah lainnya untuk mengikuti jejaknya. Seruan yang disampaikan Muhammad Amin Al-Husaini ini kemudian disambut baik oleh Mesir. Setelah Palestina, Mesir jadi negara selanjutnya yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Mesir mengakui kedaulatan Republik Indonesia tepatnya pada 22 Maret 1946.

4. Setelah itu, negara Arab lain yang mengikuti jejak Palestina dan Mesir adalah Suriah, Irak, Yaman, Arab Saudi dan Afghanistan. Secara resmi keputusan sidang Dewan Liga Arab pada 18 November 1946, menganjurkan kepada semua negara anggota Liga Arab supaya mengakui Indonesia sebagai negara merdeka yang berdaulat.

5. ada sosok Muhammad Ali Taher, seorang saudagar kaya Palestina yang dengan spontan menyerahkan seluruh uangnya di Bank Arabiya tanpa meminta tanda bukti. “Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia”, ujarnya. Kemudian karena kedermawanan beliau dukungan untuk Indonesia pun semakin mengalir.

“Inilah fakta penting tentang dukungan dari saudara kita di Palestina atas kemerdekaan Indonesia. Negara yang di zaman ini masih dalam penjajahan israel. Sudah sepatutnya kita sebagai bangsa yang besar menghargai bantuan mereka saat kemerdekaan Indonesia dengan membantu dengan sekuat tenaga untuk kemerdekaan Palestina. Sehingga pada suatu hari nanti Palestina bisa merasakan nikmat kemerdekaan seperti bangsa Indonesia,” tutup Raja Dachroni.

**