Milad I IPIM Sulsel, Mengembalikan Karisma Imam Masjid

Wagub Sulsel Andi Sudirman Sulaiman didampingi Ketua Umum IPIM Sulsel H. Masykur Yusuf, S.Ag,M.Ag. dan Warek V UIM Al Gazali Prof. Dr. H. M. Arfin Hamid foto bersama seusai launching Tahsinul Qiraat Al Qur’an dalam acara Milad I IPIM Sulsel, di Lantai Dasar Masjid Raya Makassar, Selasa (25/08/20).

investigasiplus.com, MakassarMilad I Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Sulawesi Selatan diwarnai dengan pelantikan terpadu pengurus PD IPIM di 23 kabupaten/kota se-Sulsel dirangkai dengan launching Tahsinul Qiraat Al Qur’an, penandatanganan MOU dengan Rektor UIM, dan penyerahan santunan kepada 500 imam masjid.

Peringatan Milad yang dilangsungkan secara virtual dan dipusatkan di Lantai I Masjid Raya Makassar Selasa (25/08/20) turut dihadiri Wagub Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Ketua MUI Makassar anregurutta Dr.KH Baharuddin As, Imam Besar Masjid Al Markaz Al Islami Dr. KH. Muammar Bakri Kadir yang kini menjabat Dekan Syariah UIN Alauddin, dan Warek V UIM Al Gazali Prof. Dr. H. M. Arfin Hamid.

Ketua Umum DP IPIM Sulsel H. Masykur Yusuf,S.Ag,M.Ag. dalam pidato milad mengatakan, kehadiran perhimpunan imam masjid diharapkan dapat mengembalikan karisma imam masjid seperti sedia kala, dimana tugasnya tidak hanya sebatas memimpin shalat jamaah tapi juga tempat masyarakat bertanya soal-soal keagamaan terutama dalam kaitannya pengamalan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari, sehingga diharapkan kepada semua pengurus yang baru saja dilantik di semua kabupaten/kota yang jumlahnya 23 itu dapat bekerjasama dengan pengurus masjid dan pemerintah setempat.

Terkait dengan misi utama untuk memberi perhatian khusus kepada para imam masjid maka IPIM Sulsel senantiasa memperhatikan pentingnya kesejahteraan imam diperioritaskan dengan bekerjasama berbagai elemen masyarakat. Para imam masjid pada umumnya memang sudah mewakafkan waktunya untuk mengurus masjid, terutama terkait dengan memimpin shalat jamaah.

“Menjadi imam masjid itu tidak mudah tidak hanya sebatas memiliki kemampuan hafalan tapi juga termasuk keredhaanya mewakafkan waktunya untuk selalu di masjid memimpin shalat jamaah,” ungkap H. Masykur Yusuf.

Ketua Umum IPIM Pusat Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar yang juga imam besar Masjid Istiqlal mengatakan, organisasi ini memiliki ciri khusus tersendiri.,imam itu memiliki ciri kekhususan tersendiri yang sesunguhnya refresentasi dari pimpinan ummat. Jadi imam itu memiliki kekhususan-kekhususan di mata Allah SWT dan di mata ummat. Tidak gampang seseorang itu diangkat menjadi imam dan diharapkan imam itu senantiasa doa-doanya diijabah oleh Allah SWT dimana pun berada, baik di masjid, di mushallah maupun surau-surau dan langgar.

“Masjid adalah rumah Allah maka sudah pasti orang-orang yang mengurusi rumah milikNYA maka sudah pasti Allah SWT ridha kepadanya, termasuk para malaikat mendoakannya. Maka berbahagialah kita karena termasuk manusia pilihan yang mengurusi masjid,” tandasnya.

Menurut Prof KH Nasyaruddin, harapan kita kepada para imam sangatlah besar karena dalam satu ayat dalam Al Qur’an Allah berfirman bahwa jika engkau menghadapi kebuntuan karena tidak tahu maka tanyakanlah kepada ahli zikir, Allah tidak mengatakan tanyakanlah kepada para ilmuan, hal ini menunjukkan bahwa ahli zikir itu siapa kalau bukan yang dimaksud adalah para imam.

“Refresentase ahli zikir itu secara formal adalah imam yang senantiasa berzikir bukan untuk diri sendiri, tapi memimpin zikir juga untuk makmun, doa yang dipanjtkan itu bukan untuk diri sendiri tapi juga semua orang yang hadir, maka tantangan ke depan kita adalah menjadikan masjid sebagai rumah kita untuk menyelesaikan semua persoalan yang kita hadapi. Jadikanlah masjid sebagai tempat curhat dari segala persoalan yang kita hadapi,” ungkapnya.

Prof. KH Nasyaruddin lebih jauh mengajak pengurus IPIM dimana saja berada, hendaknya masjid jadi pusat kegiatan sekaligus tempat memecahkan segala persoalan, karena jika kita menyelesaikan persoalan di masjid maka sudah pasti Allah SWT akan senantiasa hadir di dalamnya. Karenanya pengurus IPIM harus bekerja sama dengan pemerintah setempat di dalam menghadapi segala persoalan kehidupan kita di dunia ini. (Jurlan)

Editor: Fakhruddin.