KETUA DPP LSM Gempa Indonesia Melaporkan UD Lestari Jaya Sungguminasa Gowa Ke Kejaksaan Negeri Sungguminasa Gowa Sul Sel




Investigasiplus.com

Gowa – KETUA DPP LSM Gempa Indonesia, Amiruddin SH Kr. Tinggi, Selasa, 20 April 2021, melaporkan Usaha Dagang (UD) Lestari Jaya Sungguminasa Gowa, ke Kejaksaan Negeri Sungguminasa Gowa, Sulawesi Selatan, atas dugaan korupsi keuangan negara, yaitu terkait pengelolaan Dana Operasional Sekolah (BOS) tahun anggaran 2019 – 2020.

Menurut Amiruddin SH Kr. Tinggi, pengunaan dana tersebut sudah melanggar Petunjuk Teknis (Juknis). “Dalam kasus ini patut diduga ada mark-up.

Penggunaan dana sudah melanggar ketentuan dalam pengelolaan BOS Reguler, dalam hal ini melanggar dua aturan yang ada, yaitu Permendikbud Nomor 18 Tahun 2019 dan Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler.”

Laporan DPP LSM Gempa Indonesia, bernomor: 012/K-DPP/GEMPA/IV/2021 ditujukan ke Kejaksaan Negeri Sungguminasa Gowa, dengan tembusan KPK RI, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Kapolda Sulawesi Selatan, Kapolres Gowa, Bupati Gowa, Ketua DPRD Gowa, dan Kepala Dinas Pendidikan Gowa.

“Barang-barang yang dibelanjakan dari dana tersebut sebenarnya bukan prioritas sebagaimana ketentuan regulasi, namun dipaksakan oleh pejabat Pemda Gowa, kemudian para kepala sekolah SD dan SMP di Gowa diam-diam membayarkan ke UD Lestari Jaya menggunakan dana BOS,” kata Amiruddin SH Kr. Tinggi, menjelaskan isi laporannya.

Pembelanjaan barang berupa baju dokter kecil, face shield, tandu, kotak obat dan alat P3K, tenda, tongkat pramuka, foto presiden, foto bupati dan wakil bupati, lambang garuda, dan pengadaan buku bahasa daerah, dinilai tidak sesuai dengan peruntukan dana BOS. “Sudah pernah dibicarakan dalam Rapat Dengar Pendapat di DPRD Gowa, tidak boleh dibayarkan dengan dana BOS mengingat Juknis dan regulasi yang ada, namun, tetap dibayarkan.” Dalam kasus ini, menurut Amiruddin SH Kr. Tinggi terjadi kerugian negara sekitar 14 miliar rupiah. (*)



Investugasiplus.com