Kasus Penyerobotan Tanah Kebun dengan Senjata Api Rakitan di Jeneponto

Foto : Kasim Dg. Situju Korban Penyerobotan Tanah Kebun. Dok: investigasiplus.com

Investigasiplus.com, JENEPONTOLalaki Sadiman Daeng Boya warga Dusun Bontorannu, Desa Pappalluang, Kec. Bangkala Barat Kab. Jeneponto nekat mengambil secara paksa sebagian tanah kebun yang dikuasai Kasim Daeng Situju selama puluhan tahun.

Pasalnya pada hari Kamis 4 Februari 2021 Sadiman dg Boya bersama tiga orang, turut bersama- bersama memasuki lokasi tersebut, memasang patok di lokasi tanah kebun yang dikuasai Kasim dg. Situju.

Foto : Patok kayu yang di pasang pelaku penyerobotan. Dok: investigasiplus.com

Sebelum memasuki lokasi tanah kebun tersebut, pelaku sempat melepaskan tembakan sebanyak tiga kali, dan setelah di dalam lokasi pelaku melepaskan lagi tembakan dua kali. Mereka bersama petugas Hansip Hanai Rauf dan Jumasia, isteri Sadiman masuk di lokasi tanah kebun tersebut dengan berbekal senjata api rakitan.

Menurut Kasim dg Situju, saat dikonfirmasi oleh Wartawan mengatakan pihaknya tidak dapat berbuat apa-apa, karena pelaku membawa senjata api rakitan bersama petugas Hansip.

Saat itu Kasim dg. Situju bergegas mau mendatangi lokasi tanah kebun, namun pihak Kepala Desa Pappaluang M.Said Tutu melarang Kasim dg. Situju mendatangi pelaku/Sadiman dg. Boya.

Kades Pappaluang saat ditemui Wartawan secara terpisah mengatakan tindakan pelarangan itu dilakukan untuk menghindari kemungkinan terjadinya hal yang tak diinginkan,sehingga menghalangi Kasim dg. Situju menemui pelaku di lokasi tersebut.

Sejumlah sumber menyesalkan kebijakan Kapolsek Bangkala, Iptu Tiar Nambung, yang dinilai belum mengambil tindakan hukum, karena pelaku sudah pantas diberi efek jera, untuk menjadi contoh kepada warga masyarakat yang belum paham hal ikhwal akibat perbuatan yang melanggar hukum dimana pelaku memiliki senjata api rakitan dan bisa digunakan untuk mencelakakan pihak lawan.

Sesuai hukum, menyimpan dan memakai senjata api rakitan, bisa dikenakan UU Darurat sebagainama pasal 1 ayat 1 No 12 tahun 1951. Apa lagi seorang petugas Hansip turut bersama melakukan tindakan melawan hukum. Hal ini bisa menjadi sebuah contoh yang buruk bagi warga masyarakat yang kurang paham hukum. (*)

Penulis : Ishad Raga