Imigrasi Sulsel Berhasil Amankan WNA yang Melarikan Diri Dari Rudenim Parepare



Investigasiplus.com

MAKASARDPO Deteni Warga Negara Iran Ramin Poorbihamta (lk, 39th) berhasil diamankan kurang dari 24 jam oleh Tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan, sabtu (29/5).

Berdasarkan keterangan tertulis Dodi Karnida Kepala Divisi Keimigrasian (30/5), Ramin Poorbihamta sebelumnya ditahan di Rudenim (Ruang Detensi Imigrasi) Kanim Parepare, namun ia melarikan diri ketika terjadi kebakaran di ruangan tersebut sekitar pukul 12.00 WITA, Jumat kemarin (28/5).

“Untuk meminimalisir pergerakan Ramin, maka foto yang bersangkutan disebarluaskan ke masyarakat dan stake holder terkait,” terang Dodi.

Kemudian, Tim Inteldakim yang dipimpin oleh Kabid Inteldakim Mirza bergerak cepat menuju Kanim Parepare untuk meninjau lokasi dan mengumpulkan keterangan dari petugas Kanim Parepare.

Saat berada di Kanim Parepare, Tim Inteldakim mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa salah seorang yang diduga kuat adalah Ramin (berdasarkan foto yang disebarluaskan) berada di Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep).

“Tim telah tiba di lokasi sekitar pukul 02.00 dini hari, tetapi situasi terlihat belum kondusif, olehnya pengamanan ditunda menjadi pagi hari,” terang Dodi.

Dodi menambahkan, pagi harinya (29/5) Tim kembali merapat ke lokasi, dan berdasarkan informasi dari salah satu pengemudi bentor, akhirnya Ramin dapat dibekuk di salah satu rumah penduduk di jalan Andi Makkuraga timur, Kota Pangkajene Kabupaten Pangkep.

Selain Ramin, Tim juga berhasil mengamankan Naseer Ghanbari Damirchi (NGD, 44 tahun), Pengungsi asal Iran yang juga tinggal di rumah yang menurut pengakuan NGD adalah milik teman wanitanya.

Kemudian Dodi menambahkan bahwa Kedua pengungsi tersebut telah dipindahkan ke Rumah Detensi Imigrasi Makassar (30/5), hal ini dilakukan untuk memudahkan koordinasi dengan pihak United Nation High Commissioners for Refugee (UNHCR) dan International Organzation for Migration (IOM) di Makassar.

“Berdasarkan informasi dari pihak IOM, Ramin adalah salah satu pengungsi yang menjadi perhatian, karena kondisi kejiwaannya, juga kami memang dapati beberapa obat penenang dan anti depresi saat penggeledahan,” pungkas Dodi. (*)

Investigasiplus.com