Dugaan Pungli Bermodus Zakat, Lurah Gajahan  Terancam Dicopot

Investigasiplus.com

Solo – Dugaan pungutan liar (pungli) dengan modus penarikan zakat terjadi di Kota Solo. Oknum yang terlibat, yakni Lurah Gajahan berinisial S dan petugas linmas, terancam dicopot oleh Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

Kasus berawal dari laporan masyarakat yang mengeluhkan praktik pemungutan zakat oleh petugas linmas. Petugas tersebut membawa surat bertanda tangan Lurah Gajahan.

Gibran mengaku langsung menangani kasus tersebut tadi malam. Dia pun meminta maaf kepada masyarakat yang merasa dirugikan.

“Kasus ini sudah kami tangani kemarin malam. Uang yang terkumpul juga akan segera kami kembalikan ke warga,” imbuhnya.

Menurutnya, penarikan zakat tersebut melanggar aturan, sehingga akan dilakukan pemeriksaan oleh Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD). Namun Gibran masih belum menjelaskan sejauh mana keterlibatan lurah dalam peristiwa itu.

“Ada tanda tangan Pak Lurah di suratnya. Untuk selanjutnya BKPPD akan melakukan pemeriksaan dan penjatuhan sanksi sesuai dengan PP (Peraturan Pemerintah) nomor 53/2010,” ujar dia.

Terkait kemungkinan pencopotan lurah, Gibran belum memberikan keterangan lebih jauh. Namun dia menilai S sudah tidak pantas menjadi lurah.

“Sudah tidak pantas jadi lurah lagi,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Ahyani, menambahkan bahwa kasus akan ditangani terlebih dahulu oleh Camat Pasar Kliwon. Terkait pencopotan, pihaknya akan melakukan proses pemeriksaan terlebih dahulu.

“Pertama ditangani camat dulu, nanti apakah juga sampai Inspektorat akan kita dalami lagi,” kata Ahyani saat dihubungi awak media.

Terkait peran lurah dan linmas dalam dugaan pungli, Ahyani mengatakan masih harus memeriksa terlebih dahulu. Dia pun enggan tergesa-gesa memberikan sanksi.

“Tetap kita periksa dulu, sejauh mana keterlibatannya. Jumlah uang berapa saya juga belum tahu. Yang pasti uang yang terkumpul segera kita kembalikan,” tutupnya. (*)

Investigasiplus.com