Dr. Mas’ud Muhammadiyah: Saatnya Digitalisasi Buku Lontara

INVESTIGASIPLUS.COM

MAKASSAR – Tokoh perbukuan nasional Bachtiar Adnan Kusuma, memprakarsai memperingati hari buku Nasional dan Hari Perpustakaan Nasional 41 Tahun dengan menggelar Talkshow terbatas bertajuk ”Jadikan Buku Sahabat Keluarga,” Selasa 18/5 di Perpustakaan Ibu dan Anak Dinas Perpustakaan Arsip Provinsi Sulsel.

Tokoh- tokoh akademisi pemerhati buku Sulsel hadir, di antaranya Dr.Hj.Kembong Daeng, Yudhistira Sukatanya, Dr.Mas’ud Muhamadiah, M.Si., Dr. Basri, S.Pd.M.Pd., Dr.Quraish Mathar, M.Hum., Dr.Nojeng, M.Pd., Duta Literasi Digital Sulsel Upi Asmaradhana, Duta Baca Sulsel Taufik, keluarga Duta Baca Sulsel dan para pustakawan Sulsel.

Host Acara Talkshow Hari Buku dan Hari Perpustakaan Nasional, Herman Lilo, tampil memukau dengan mengundang inisiator acara, Bachtiar Adnan Kusuma menyampaikan prolog acara di Talkshow yang hikmah dan sederhana ini.

BAK menyampaikan kegelisahannya atas kondisi dunia perbukuan kita di tengah covid 19. Selain menegaskan kalau tema peringatan hari buku ini, tepat bahwa di tengah kondisi pembelajaran online anak-anak, dibutuhkan dukungan literasi para orang tua di rumah agar anak-anak bisa menjaga mutu pendidikannya.

Dr.Basri, S.Pd.M.Pd. menegaskan kalau membaca adalah kebutuhan mendasar bagi setiap keluarga. Dan, selama membaca menjadi kebutuhan keluarga, maka membaca tetap menjadi prioritas utama bagi setiap keluarga.

Dr.H.Basri, S.Pd.M.Pd., berbicara di Talkshow Hari Buku dan Hari Perpustakaan Nasional, Selasa 18/5

Sementara Dr. Mas’ud Muhamadiah, M.Si. Dr. Hj. Kembong Daeng, M.Hum. sepakat mengembalikan pembelajaran lontara ke setiap satuan pendidikan.

Menurut Masud Muhamadiah, pembelajaran lontara dengan buku buku secara manual, saatnya buku-buku lontara ditulis dalam bentuk digitalisasi.

Budayawan Sulsel Yudhistira dan Ketua IPI Sulsel Quraisy Mathar, menekankan perlunya aksi nyata di setiap hari buku dengan para penulis, penerbit mengumpulkan donasi buku buku untuk diwakafkan di perpustakaan lorong, desa di Sulsel.

“Hari buku sebaiknya menjadi pemicu kesadaran kolosal kita menyumbangkan buku buku bagi warga yang membutuhkannya,” harap Yudhistira Sukatanya. (***/red).

Editor : Fakhruddin / Dhani Naba.