Bupati Lutra Terpilih Lagi Nakhodai PMI

Investigasiplus.com

Luwu Utara — Hj. Indah Putri Indriani yang juga Bupati Luwu Utara terpilih sebagai ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Luwu Utara (Lutra) Sulawesi Selatan (Sulsel) periode 2021-2026.

Indah terpilih secara aklamasi pada Musyawarah Kerja (Muker) dan Musyawarah Kabupaten (Mukab) PMI Lutra yang digelar di Aula La Galigo Kantor Bupati Lutra, Minggu 23 Maret 2021 kemarin.

Musyawarah Kerja (Muker) dan Musyawarah Kabupaten (Mukab) merupakan agenda tahunan untuk menyampaikan laporan kerja pengurus.

Sedang Mukab digelar lima tahun sekali, selain untuk melaporkan pertanggungjawaban kerja lima tahun kepengurusan dan menyampaikan rencana strategis (renstra) lima tahun kedepan, juga untuk memilih kepengurusan baru.

Muker dan Mukab tersebut dihadiri Ketua PMI Sulsel bidang organisasi, para pengurus PMI kabupaten, pengurus PMI kecamatan, utusan peninjau dari unit pelaksana teknis PMI (Unit Transfusi Darah/UTD dan klinik), anggota korps suka rela, tenaga sukarela, anggota Forpis dan Pembina palang merah remaja, serta tamu undangan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda).

Terpilihnya Indah Putri Indriani atas usul sejumlah utusan pengurus PMI kecamatan. Dan selanjutnya secara aklamasi disetujui oleh peserta yang memiliki hak suara.

Sebelumnya, saat membuka Muker dan Mukab tersebut, Bupati Indah mengatakan, PMI merupakan organisasi palang merah yang diakui pemerintah. Hal ini sesuai dengan Keppres RIS nomor 25 tahun 1950 dan Keppres RI nomor 246 tahun 1963.

“Karena merupakan organisasi resmi yang diakui pemerintah, maka Pemerintah Kabupaten harus mendukung penuh untuk tugas-tugas kemanusiaan yang dijalankan PMI,” sebut Indah.

Indah menambahkan, untuk pengurus baru yang akan dibentuk lima tahun mendatang harus benar-benar memiliki jiwa Pancasila, memahami tugas-tugas ke-PMI-an, dan memiliki jiwa kerelaan. “Secara struktur, pengurus PMI tidak hanya pintar, tetapi memiliki kualitas dan paham tentang visi, misi dan tugas kemanusiaan yang dijalankan PMI,”kata Bupati Lutra.

Dalam hal program, lanjut Indah, pengurus tidak perlu membuat program yang muluk-muluk. Pengurus harus hadir disetiap ada kejadian bencana. PMI juga tidak hanya hadir saat bencana saja, tetapi harus ada di hati masyarakat dengan berbagai kegiatan yang dijalankannya.

“Pengurus PMI harus bisa membangun sinergi dengan semua pihak, menjalin kemitraan strategis yang berkesinambungan dengan pemerintah, swasta, mitra gerakan, dan pemangku kepentingan lainnya di semua tingkatan,” tambahnya.

Sedang berkaitan dengan sumberdaya, baik sumberdaya manusia dan sumberdaya sarana yang dimiliki, Indah Putri lebih menekankan pada integritas pengurus PMI yang harus bersikap jujur dalam mengurus PMI.

“Integritas yang dimaksud yakni pengurus harus jujur. Pengurus PMI juga harus memiliki kesempatan waktu dalam menjalankan tugas PMI, dan tidak ada agenda kepentingan lain untuk membelokkan PMI diluar anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang ditetapkan,” harap Indah. (*)

Investigasi.com