Bupati Gowa Jabat Sekjen, Apkasi Dipimpin Paket Bupati Milenial



Investigasiplus.com

JAKARTA – Pengurus baru Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) kini dipimpin duet bupati milenial. Sutan Riska Tuanku Kerajaan (Bupati Dharmasraya) menjabat ketua umum sedangkan Adnan Purichta Ichsan (Bupati Gowa) didaulat sebagai sekjen Apkasi periode 2021-2026.





Rencananya, pengurus baru Apkasi akan dilantik dalam waktu dekat ini. Adnan yang dikonfirmasi mengakui memang menjadi salah satu kepala daerah yang diusulkan sebagai Sekjen Apkasi.

“Saya sebenarnya belum pegang SK-nya. Pelantikannya juga kemungkinan baru dilakukan bulan depan,” ucap Adnan, Sabtu (29/5/2021).

Sutan Riska terpilih secara aklamasi dalam Munas Apkasi di Jakarta, Jumat (26/3) lalu. Ketua terpilih lalu diberi tenggat waktu selama sebulan untuk menyusun kepengurusan.



Sponsored by adnow

Cara Menghilangkan Papiloma secara Alamiah (3 Hari)!
Cara Menghilangkan Papiloma secara Alamiah (3 Hari)!
Jika Anda Menemukan Papilloma Semacam Itu, Berhati-hatilah!
Jika Anda Menemukan Papilloma Semacam Itu, Berhati-hatilah!
Jika Muncul Papiloma pada Dada, Leher atau Ketiak, Baca Ini!
Jika Muncul Papiloma pada Dada, Leher atau Ketiak, Baca Ini!
Cara Menghilangkan Papiloma secara Alamiah! (3 Hari)
Cara Menghilangkan Papiloma secara Alamiah! (3 Hari)


Munas ini turut dihadiri langsung oleh Adnan bersama 24 bupati yang diundang. Pembukaan berlangsung di Istana Negara dan dibuka Presiden Joko Widodo.

Sutan dan Adnan adalah bupati dua periode. Sama-sama generasi milenial. Usianya cuma terpaut tiga tahun. Sutan berusia 32 tahun sedangkan Adnan berumur 35 tahun.

Sutan Riska pernah tercatat memegang rekor sebagai bupati termuda secara nasional di Indonesia pada Pilkada 2015. Sementara Adnan hanya tercatat sebagai bupati termuda di Indonesia bagian timur.

Saat Munas Apkasi lalu, Presiden Jokowi dalam arahannya saat itu mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh bupati di berbagai daerah yang dalam setahun terakhir bekerja keras menghadapi pandemi Covid-19.

“Saya ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh bapak, ibu bupati yang dalam setahun ini bekerja keras melayani dan mendampingi rakyat menghadapi pandemi,” kata Jokowi.

Jokowi juga meminta para bupati melakukan konsolidasi anggaran. APBD, menurutnya, tidak harus dibagi rata kepada semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

”Rencana APBD harus dilihat betul-betul, buka secara detail, ke mana larinya, output-nya apa, outcome-nya apa. Jangan membelanjakan, sudah sering saya sampaikan untuk banyak pos belanja. Semua dinas diberi, semua, semua, semua, kita nggak punya skala prioritas,” ujarnya.

Jokowi lalu memberikan pesan utuk wajib menggunakan produk lokal untuk setiap proyek pemerintah. “Setiap proyek yang ada, harus, wajib menggunakan produk-produk lokal. Jangan sekali-kali membeli untuk proyek pemerintah, itu membeli produk asing,” tegasnya.

Dengan penggunaan produk lokal, dunia usaha di Tanah Air bisa kembali bangkit. “Untuk apa (produk lokal)? Biar ada demand, biar ada konsumsi,” tegasnya. (*)

Investigasiplus.com